SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kebijakan terbaru pemerintahannya akibat mewabahnya Virus Corona. Dalam siaran langsung akun Facebook Pemrov DKI Jakarta, Minggu (15/3/2020), Anies Baswedan menyatakan sistem ganjil genap di 25 ruas jalan akan diberhentukan sementara. "Sore hari ini kami ingin menyampaikan kepada masyarakat Jakarta tentang perubahan kebijakan terkait transportasi," kata Anies Baswedan.

"Seperti yang disampaikan bahwa ganjil genap diubah minimal dua minggu ke depan tidak ada ganjil genap di 25 ruas jalan." Tak hanya itu, Anies Baswedan turut menjelaskan sejumlah perubahan pelayanan transportasi umum di DKI Jakarta. Mulanya, ia menyinggung pelayanan transportasi di Mass Rapid Transit (MRT).

"Kita ingin menyampaikan bahwa layanan kendaraan umum di Jakarta akan mengalami perubahan," ujar Anies Baswedan. "Kita menurunkan secara ekstrem kapasitas pelayanan, jadi jadwal MRT yang semula keberangkatannya tiap 5 menit dan 10 menit." "Mulai besok akan diubah menjadi setiap 20 menit," sambungnya.

Anies Baswedan menyatakan, jumlah rangkaian MRT juga akan dikurangi secara drastis. "Rangkaian MRT yang setiap hari beroperasi ada 16 rangkaian, akan berubah tinggal 4 rangkaian yag beroperasi," kata Anies Baswedan. "Waktunya yang semula jam 05.00 WIB pagi sampai jam 24.00 WIB, sekarang berubah menjadi jam 06.00 WIB pagi sampai jam 18.00 WIB sore."

Tak hanya MRT, pelayanan Light Rail Transit (LRT) disebutnya juga akan mengalami penurunan drastis. "LRT juga begitu, yang semula keberangkatannya tiap 10 menit sekarang berubah tiap 30 menit," kata Anies Baswedan. "Dan waktu operasinya yang semula dari jam 05.30 WIB pagi sampai jam 23.00 WIB malam, diubah menjadi jam 06.00 WIB pagi sampai jam 18.00 WIB sore."

Selain kedua transportasi umum itu, Anies Baswedan juga menyebut adanya penurunan pelayanan TransJakarta. Ia menyebut, TransJakarta hanya akan melayani 13 rute dari sebelumnya 248 rute. Tak hanya itu, jam operasi TransJakarta juga akan dipersingkat.

"TransJakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute. Hanya 13 rute TransJakarta yang akan beroperasi dan keberangkatannya hanya setiap 20 menit," kata Anies Baswedan. "Waktu operasi TransJakarta yang semula 24 jam akan diubah menjadi jam 6 pagi sampai jam 6 sore." Kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang positif menderita Covid 19 dikatakan semakin membaik.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengumumkan dalam konferensi pers yang diadakan pada Sabtu (14/3/2020), bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terjangkit Virus Corona. Budi Karya masuk daftar pasien terkonfirmasi dengan urutan nomor 76. Saat ini Budi Karya dirawat di ruang isolasi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa Budi Karya pernah memiliki penyakit perantara seperti tifus dan asma sebelum terkonfirmasi positif Corona. Diketahui, sebelumnya Budi Karya sempat menyaksikan langsung proses pemulangan 69 WNI ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Majalengka. Setelah menjalankan tugas tersebut, ia mulai merasa sakit dan absen dari beberapa kegiatan kenegaraan.

Namun, pada Rabu (11/3/2020), Budi Karya sempat hadir dalam rapat terbatas di Istana bersama sejumlah menteri dan Presiden Jokowi. Dalam pertemuan itu, Budi Karya juga melakukan kontak dengan sejumlah menteri bahkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengantisipasi penularan virus, Presiden Jokowi menginstruksikan 34 menteri, 8 pejabat setingkat menteri, 12 wakil menteri, dan pejabat eselon I dan II di kementrian untuk melakukan tes Virus Corona.

Pada hari yang sama, Budi Karya juga bertemu dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Negara Belanda Mrs. Cora Van Nieuwenhuize. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tersebut dilakukan untuk membahas peluang kerja sama di sektor transportasi. Hingga Minggu (15/03/2020) pagi, pasien positif Corona di Indonesia berjumlah 96 orang.

Pemerintah memastikan terus bergerak cepat untuk menangani Virus Corona ini, dengan melakukan penelusuran data para pasien yang melakukan kontak dengan keluarga, kerabat atau yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *