SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

– Maskapai Lion Air Group menyampaikan persyaratan bagi penumpang seiring dengan dibukanya kembali layanan penerbangan untuk penerbangan domestik. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan bahwa seluruh layanan penerbangan Lion Air Group berdasar pada aturan yang telah diterbikan pemerintah. Menurut Danang, peraturan terkait adalah Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik.

"Kemudian mengacu juga terhadap Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19," Ucap Danang dalam keterangannya, Jumat (8/5/2020). Menurut Danang, mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, berikut kriteria dan syarat persyaratan pengecualian calon penumpang: 1. Menunjukkan hasil negatif Covid 19 berdasarkan Rapid Test atau Polymerase Chain Reaction (PCR) Test, atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan klinik kesehatan.

2. Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat eselon 2, 3. Menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara, Badan Udaha milik Daerah, Unit Pelaksana Teknis, Satuan Kerja, organisasi non pemerintah, Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi atau Kepala Kantor. 4. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan, yang diteken di atas materai dan diketahui lurah atau kepala desa setempat.

5. Menunjukkan identitas diri (KTP) atau tanda pengenal lainnya yang sah. 6. Melaporkan rencana perjalanan atau jadwal keberangkatan, jadwal saat berada di tempat penugasan dan waktu kepulangan. Kemudian untuk perjalana pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan anggota keluarga intinya sakit atau meninggal mencakup syarat, seperti:

1. Menunjukkan hasil negatif Covid 19 berdasarkan Rapid Test, PCR Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan Klinik kesehatan. 2. Menunjukkan identitas diri, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah. 3. Menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain.

4. Menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum atau almarhumah untuk izin mengunjungi keluarga yang meninggal dunia untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia. Sementara itu, persyaratan untuk reptraiasi pekera migran Indonesia, WNI, pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, mencakup beberapa syarat, di antaranya: 1. Menunjukkan hasil negatif Covid 19 berdasarkan Rapid Test/ PCR Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/ rumah sakit/ puskesmas/ klinik kesehatan,

2. Menunjukkan identitas diri KTP atau tanda pengenal. 3. Menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri untuk penumpang dari luar negeri. 4. Menunjukkan surat keterangan dari universitas atau sekolah, untuk mahasiswa dan pelajar.

5. Proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh lembaga pemerintah, pemerintah daerah, swasta dan universitas. "Calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan, serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri, termasuk menggunakan masker sebagaimana diberlakukan dalam aturan dimaksud," kata Danang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *