SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Sepanjang tahun 2019 banyak terjadi pertemuan para pebulutangkis yang menyajikan rematch yang selalu dinanti oleh para penggemar bulutangkis di Indonesia. Misalnya, laga Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kontra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang kerap menyajikan laga menegangkan untuk disimak. Atau saat Marcus/Kevin melawan Li Junhui/Liu Yu Chen, atmosfer pertandingan pun akan semakin memanas.

Tak terkecuali pertandingan antara Raja Tunggal Putra, Kento Momota dengan Anthony Sinisuka Ginting yang selalu dirindukan para penggemar bulutangkis. Pasalnya, meski jarak ranking yang jauh, tetapi Anthony Ginting selalu menyajikan perlawanan yang menarik untuk tunggal putra nomor satu dunia tersebut. Sampai sampai fans pun memberikan julukan untuk laga kedua pemain itu dengan sebutan MomoGi.

Panggilan 'sayang' itu pun sangat melekat di telinga penggemar bulutangkis Tanah Air lantaran nama tersebut adalah sebuah merek makanan ringan yang populer di Indonesia. Meski masih berupa panggilan lokal, tetapi rupanya julukan MomoGi ini mulai mendunia. Hal tersebut terjadi karena akun ofisial Instagram Badminton World Federation (BWF) turut memanggil mereka dengan sebutan MomoGi.

BWF mengunggah detik detik Anthony Ginting yang mengakhiri rally dengan smash derasnya saat melakoni laga final BWF World Tour Finals 2019. Suara riuh penonton pun mengiringi keberhasilan Anthony Ginting yang mendapatkan poin. "Let's have a bite of #MomoGi," tulis @bwf.official.

Di laga yang sama, BWF juga menyoroti bagaimana perilaku bersabahat yang ditampilkan Anthony Ginting dan Kento Momota setelah laga berakhir. Yakni momen di mana Anthony Ginting harus mengalami cedera di kakinya sehingga tidak bisa menampilkan performa terbaiknya. Kento Momota yang menang dalam rubber game tersebut langsung menyebrangi net dan memeluk Anthony Ginting.

Tak berlalu begitu saja, Kento Momota juga menanyakan keadaan kaki Anthony Ginting dan melakukan percakapan kecil sembari tersenyum satu sama lain. Momen menarik lainnya terjadi pada laga final China Open 2019. Pasalnya, saat laga tersebut pertandingan sengit berlangsung lantaran poin tipis yang terjadi di game pamungkas.

Di poin poin kritis, Anthony Ginting kalah dengan skor yang sangat ketat yakni 21 19, 17 21, 19 21. Mendapati hal itu, Anthony Ginting melemparkan raketnya sedangkan Kento Momota berbaring di lapangan sembari berteriak untuk melakukan selebrasi. Kento Momota pun menghampiri Anthony Ginting dan sedikit berbincang di tengah lapangan.

Lalu kedua pemain pun melakukan aksi bertukar kaus di tengah lapangan pertandingan sebelum bersalaman dengan para wasit. Momen ini pun sempat ramai dibicarakan publik lantaran keakraban MomoGi ini membuat banyak orang kagum atas sikap sportifitas mereka. Sepanjang 2019, MomoGi sudah bertemu sebanyak delapan kali, mulaiIndonesia Masters, Sudirman Cup, hingga BWF World Tour Finals.

Akankah momen manis MomoGi banyak tercipta di tahun 2020? Gelaran BWF World Tour Finals 2019 meninggalkan cerita manis bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, tak hanya mendapatkan satu gelar di sektor ganda putra, banyak pula momen keakraban yang terjalin di Guangzhou, China.

Sikap sportifitas yang kuat diciptakan oleh para pebulutangkis Indonesia membuat suasana seusai pertandingan mencair. Baik hanya dengan sekadar memberikan pelukan, atau menghampiri rival yang cedera, bahkan mengobrol di asyik di luar lapangan pun menjadi hal yang menarik dalam dunia bulutangkis. Bermula dari momen manis di babak penyisihan Grup B ganda campuran pada Jumat (13/12/2019), sikap Praveen Jordan/Melati menjadi sorotan akun ofisial Instagram Badminton World Federation (BWF).

Praveen/Melati nyaris menang lantaran berhasil menciptakan duece point di set penentuan. Namun, sayangnya Praveen/Melati kalah dengan skor 8 21, 21 15, 20 22. Kekalahan ini pun cukup memberikan rasa sesal lantaran nyaris berhasil untuk menikung angka wakil tuan rumah tersebut.

Pasalnya, meski memang sudah tercoret dari kualifikasi semifinal, tetapi kemenangan Praveen/Melati bisa mengantarkan rekannya, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja ke babak semifinal. Namun, meski gagal mencapai misi mulia tersebut, Praveen/Melati tetap menunjukkan sikap sportifitasnya yang tinggi. Momen manis lagi lagi diperlihatkan pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Bukan di antara keduanya, tetapi momen manis tersebut tercipta di luar lapangan bersama rivalnya, Zheng/Huang setelah melakoni laga ketat tersebut. Momen itu bermula saat Praveen/Melati dan Zheng/Huang bersama wasit pertandingan berjalan beriringan untuk meninggalkan lapangan. Mereka tampak akrab dengan saling melempar tawa di tepian lapangan.

Zheng Siwei tampak tertawa bahagia, sementara Melati dan Praveen yang berada disisinya turut tertawa lebar. Huang Yaqiong pun tampak antusias dengan candaan mereka. Menyaksikan hal itu, sang wasit pun tampak ikut menyimak obrolan yang terjadi dan melemparkan senyuman.

Momen manis ini pun terekam oleh lensa kamera Badminton World Federation (BWF). BWF pun membagikan potretnya di akun resmi Instagram @bwf.official sesaat setelah pertandingan usai. Momen sportifitas tersebut mendapatkan sanjungan dari BWF.

"Love this scene very much! (Sangat menyukai adegan ini!)" tulis @bwf.official dalam keterangan unggahannya. Senyuman manis dan sikap sportifitas Melati pun mendapatkan pujian dari warganet. Pasalnya, baik menang ataupun kalah, pasangan Praveen Jordan ini bisa berlapang dada dan menunjukkan keceriaannya.

"Suka dari melati menang kalah sllu ketawa ihklas," tulis @erny_san. "setuju, bner bgt praven melati mau menang atau kalah selalu bisa nerima situasi…seandainya lawan hari ini yg kalah aku rasa blm tentu begini situasinya hhe," sanjung @sssfrnucik_27. "I love the way Praveen and melati smile," puji @rizki.ulya9.

"Pure Indonesians. Friendly and nice," komentar @gusdewantara. "Senyum kalian bisa mengobati kecewa kami ganda Campuran yang gagal," komentar @bayu_satrio28. "Abis kalah nyesek, tetep bisa senyum luar biasaa," puji @idkamil.

Seusai memenangi laga yang melelahkan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya akhirnya memenangkan laga penyisihan Grup A atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada Jumat (13/12/2019). Seringnya dua ganda putra andalan ini bertemu, menjadi faktor yang membuat Marcus/Kevin selalu akrab bersama rivalnya tersebut. Di laga tersebut, tampak kedua ganda campuran ini sudah kelelahan lantaran rally panjang yang tak kunjung henti.

Padahal gaya permainan tersebut jarang terlihat di laga pasangan berjuluk The Minions dengan Kamura/Sonoda. Sebab, jika kedua ganda putra papan atas ini bertemu, mereka akan kompak mengandalkan permainan cepat dengan adu drive yang menegangkan. Di laga kali ini justru didominasi rally rally panjang lantaran bola sulit dimatikan dengan mudah.

Bahkan di poin poin kritis The Minions harus memberikan energi ekstra untuk mengakhiri permainan. Hingga akhirnya rally panjang tersebut berhenti berkat pukulan jump smash Marcus Gideon yang gagal dikembalikan oleh Keigo Sonoda. Sorak sorai penonton pun turut mengakhiri kemenangan ganda putra nomor satu dunia tersebut.

Setelah memenangi laga straight game tersebut, tampak kedua pasangan tersebut mendekat untuk bersalaman. Uniknya, Kevin Sanjaya yang terlihat jarang berinteraksi dengan Takeshi Kamura memberikan pelukan. Hal tersebut memang jarang terjadi lantaran biasanya Marcus Gideon lah yang lebih dulu akrab dengan Takeshi Kamura.

Video momen Kevin Sanjaya memberikan pelukan itu pun diunggah kembali oleh akun Instagram @ftosports. Unggahan itu pun mendapatkan respon kocak dari warganet. "Brhrap kevin meluk si juned kayak gtu..kpn ya.??" tulis @solihati1029.

"Akrab ya mereka ber4 ..kamson lawan yg tdk prnh ditengilin kevin," komentar @andre_manurung02. "Seneng liat kevin pelukan akrab bnget," puji @qiqimaniezz. "Empin kalo sama Kamura akrab ya..kalo sama si Sonoda," tulis @marianovilanang.

"Suka deh sama attitude pemain Japan ini. mau menang kalah ttp senyum sumringah," puji @sessio__. Catatan manis lagi lagi ditorehkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menang straight game atas pasangan Jepang pada laga final, Minggu (15/12/2019). Meraih kemenangan emas di penghujung tahun, tak lantas membuat sikap Hendra/Ahsan menjadi besar kepala.

Pasalnya, setelah sukses tumbangkan rival berat Marcus/Kevin, Hendra/Ahsan justru menunjukkan sikap ramahnya kepada Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Sebelum menuju podium, tampak Hendra berbincang bincang dengan Watanabe saat berjalan beriringan. Di atas podium pun Ahsan mengajak rivalnya untuk merapatkan barisan di podium teratas agar bisa berfoto bersama.

Momen manis tersebut mendapatkan pujian dari komentator BWF, Gill Clark. "Oh itu sangat lovely, Ahsan mengundang lawannya ke podiumnya," puji Gill Clark. Tampak mereka berbincang kemudian tersenyum lebar untuk mengabadikan kemenangan indah tersebut.

"Kompetisi yang sengit dengan sportmanship yang tinggi. Hormat dan menghargai di luar lapangan," lanjutnya. Momen itu pun diunggah kembali oleh akun Instagram @ftosports pada Senin (16/12/2019). Pujian pun membanjiri kolom komentar di unggahan tersebut.

"Pemain Indonesia padaa Ramah2 banget emang. Proud Of you Daddies," puji @dec_nami. "Suka banget sama adegan ini, begitu indah akrab damai sentosa sukaaaa," komentar @rfr.id. "Final indo vs jepang selalu romantis dan bersahabat adem.liat y," tulis @sujasminejasmin.

"Rendah Hati sekali," puji @pradityautama19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *