SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Sebuah video pelecehan seksual pada anak anak menjadi viral. Seorang anak kecil menjadi korban pria yang melakukan perbuatan bejatnya di sebuah gang kecil yang sepi di Umbulharjo. Ini kata kepolisian!

Video CCTV beredar mengenai anak kecil yang dilecehkan oleh pria di gang sepi Umbulharjo, polisi ungkap tak bisa salahkan siapapun & berhati hati. Lagi lagi, anak anak menjadi korban atas nafsu bejat orang tak bertanggung jawab. Seorang bocah perempuan mendapatkan pelecehan seksual dari pria tak dikenal.

Untungnya, kamera CCTV merekam kejadian yang terjadi di Ulbumharjo, DIY, itu. Wajah pria terlihat jelas melalui kamera CCTV yang dipasang belum lama tersebut. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial, terutama Twitter.

Masyarakat lantas menghujani pelaku dengan kata kata cacian. Dalam video tersebut, terlihat seorang lelaki mengendarai motor memboncengi seorang bocah. Kemudian lelaki tersebut berhenti di sebuah tempat dalam gang kecil.

Tidak diketahui pasti apa yang dilakukan lelaki tersebut kepada bocah tersebut. Namun, dalam rekaman CCTV yang beredar itu terlihat lelaki itu sempatseperti membuka resleting celananya. Tak lama kemudian, lelaki itu kabur dan meninggalkan bocah tersebut.

Seorang karyawan guest house dekat lokasi, Redy Pramudiakusuma mengatakan, kejadian itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, kondisi sekitar kejadia memang sedang sepi. "Kalau pagi lumayan ramai, tapi kalau sudah sore sepi. Cuman sesekali motor yang melintas," ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa dirinya sempat mendengar suara motor masuk gang saat pelaku bersama korban melintas. Selang beberapa saat, terdengar suara korban menangis. "Nangisnya ya keras gitu. Saya sempat nunggu sekitar 10 detik untuk mastikan benar nggak suara anak anak nangis. Waktu saya keluar lihat adeknya lagi duduk di situ," ungkapnya.

Suara tangisan korban pun membuat warga sekitar pani hingga akhirnya bertanya kepada korban terkait kejadian tersebut. Korban saat itu menjelaskan kalau dirinya diculik. Kemudian seorang warga mengenali korban yang merupakan teman sekolah dari anaknya di taman kanak kanak.

Selanjutnya korban dibawa pulang dan diserahkan kepada keluarganya. "Warga juga coba ngecek rekamanCCTV. Karena kebetulan di sini juga sudah dipasang belum lama. Di rekamannya kan kelihatan itu yang bawa adiknya sempat berhenti terus kabur pas ada orang melintas," jelasnya. Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto mengatakan, korban sempat diiming imingi diberikan uang saat akan dibawa pelaku.

Awalnya, kata dia, korban tengah jajan di komplek rumah yang berada di wilayah Rejowinangun, Kotagede. Kemudian pelaku datang dan mendekati korban dan berpura pura mengajak korban untuk menunjukkan tempat yakni Jogja Expo Center (JEC). "Laki lakinya ngajak mendekat kemudian minta ditunjukkan JEC, tau nggak dimana? Yang jelas dia minta bantuan JEC dimana," kata Kompol Dwi.

Setelahnya pelaku justru membawa korban ke Gang kawasan Muja muju. "Kita juga sempat tanya ada yang sakit atau nggak? Dia bilang tidak, tapi kita bawa juga ke RSUP dr Sardjito untuk penanganan medis biar jelas kan," tuturnya. Kini, pihaknya pun telah memburu pelaku yang diperkirakan berusia 30 tahun itu.

"Kita juga tidak bisa menyalahkan siapapun dengan kondisi ini. Korban kan juga hanya mau beli permen ke warung, tapi malah kejadian. Intinya tetap berhati hati saja dengan peristiwa kejahatan," tandasnya. Sementara itu seperti diwartakanKompas,com,pihak kepolisian telah memintai keterangan korban dan orangtuanya yang merupakan warga Kecamatan Kotagede. Dari hasil keterangan keluarga, pelaku awalnya mengajak korban untuk beli jajan sekaligus jalan jalan ke Jogja Expo Center (JEC).

Nyatanya, pelaku dibawa ke sebuah gang di daerah Muja Muju, KecamatanUmbulharjo, Kota Yogyakarta. "Pelaku sempat menurunkan celana korban. Terus (korban) ditinggal di lokasi," bebernya. Berdasarkan rekaman kameraCCTV, kata dia, petugas telah mengantogi ciri ciri dan indentitas pelaku.

"Masih dalam penyelidikan. Korban tadi sudah ke rumah sakit, Kita sedang menunggu hasil pemeriksaannya," urainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *