SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Pelaksanaan rapid test atau pemeriksaan cepat khusus tenaga medis yang digelar secara massal di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (25/3/2020) mendapat kritik dari seorang dokter. Sebab, dokter yang minta identitasnya dirahasiakan itu menilai digelarnya pemeriksaan cepat di stadion ini sama juga dengan mengumpulkan massa. Seharusnya, kata dia. pemeriksaan cepat yang dilakukan Pemkot Bekasi terhadap tenaga medis dilakukan juga secara door to door atau menyambangi rumah sakit yang ada.

"Jadi waktu saya masuk, saya jujur saya benar benar kecewa sama sistem yang dilakukan sama Dinkes Kota Bekasi. Ini namanya mengumpulkan massa," kata dokter tersebut saat ditemui di Kota Bekasi, pada Rabu (25/3/2020). Dalam pelaksanaannya,sempat terjadi keributan hingga terjadi sebuah kerumuman hingga mereka berdekatan alias tidak menjaga jarak. Ia menilai informasi yang diberikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun instagramnya berbeda saat penerapannya.

Sebab, sesuai informasi Ridwan Kamil para petugas medis akan di tes di stadion menggunakan metode drive thru. "Kalau ODP dan PDP kan diperiksa door to door atau datang ke rumah. Yang lain kan pakai drive thru itu informasinya," ucap dia. Akan tetapi saat sampai lokasi, dirinya terkejut melihat massa para tim medis begitu banyak dikumpulkan di satu lapangan.

"Saya sampai di lokasi saya lihat massa dikumpulkan sebegitu banyak tanpa APD yang lengkap, padahal saya saja kan tangani pasien ODP dan PDP di rumah sakit," beber dia. "Jujur saya benar benar kecewa banget, pak Ridwan Kamil ini bagaimana pak, kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa, karena ini semuanya tenaga medis, kami semua berisiko menularkan," keluh dia. Yang lebih membuat dirinya kecewa, katanya, ialah alat rapid testnya habis sehingga dirinya hanya diambil sampel darahnya saja.

"Jadi nanti rapid testnya, darah saya dicek kalau hasilnya positif atau negatif nanti mereka akan hubungi saya," ucap dia. Ia menambahkan sistem seperti ini tak menutup kemungkinan bakal mempermudah penyebaran . Misalnya, ada satu saja yang ternyata positit bisa jadi satu stadion terkena.

"Kalau begini namanya kita membantu menyebar luaskan. Jadi saya harap itu kita bisa tiru lah pemerintah Korea Selatan bagaimana mereka menangani Corona," kata dia. Di Korea Selatan proses pemeriksaan cepat hanya melibatkan satu orang yang di test dan satu orang yang mengetes. Kemudian mereka juga melakukan tes swab atau PCR tidak hanya ambil darah.

"Jujur saya sangat menyesal sekali datang hari ini, tapi apa mau dikata yaudah. Saya harap ke depannya bisa diperbaiki lagi," tutup dia. Sebanyak 365 tenaga medis ikuti simulasi dan pemeriksaan cepat Covid 19 di Kota Bekasi, pada Rabu (25/3/2020). Pemeriksaan cepat dengan mengecek sampel darah para tenaga kesehatan ini dilakukan sebelum mereka melakukan tugas ke lapangan door to door ke rumah warga yang diduga terpapar Covid 19. (MAZ)

Pemerintah Kota Bekasi atau pada Rabu (25/3/2020). Tes cepat dilakukan menggunakan test metode door to door atau menyambangi ke rumah. Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, berdasarkan hasil tracking orang yang masuk kategori riskan Covid 19 ada sebanyak 750 orang.

Mereka merupakan masuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDD) dan mereka yang pernah berinteraksi dengan pasien positif. "Mereka itu tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Metodenya petugas medis yang datang langsung ke rumahnya lakukan tes," ujar Rahmat, kepada awak media, di Kota Bekasi, pada Rabu (25/3/2020). Rahmat menuturkan kegiatan pemeriksaan cepat dilakukan secara door to door oleh 360 petugas medis dari rumah sakit dan 100 dari Puskemas di Kelurahan.

Hasilnya, jika negatif akan langsung diumumkan. Akan tetapi jika positif akan dilakukan tindakan lebih lanjut. "Negatif kita kasih tahu, yang positif kita ada langkah selanjutnya karena psikologisnya sangat luar biasa, kita hati hati betul. Mudah mudahan tidak ada yang positif lagi,"imbuh Rahmat.

Dirinya meminta agar warga yang akan dilakukan pemeriksaan cepat tidak perlu takut dan panik. Sebab, pihaknya akan merahasiakan hasilnya. Hasil tes cepat itu akan dikumpulkan di Kota Bekasi untuk diteliti hasil sampel darahnya.

"Hasilnya kita kumpulin di sini nanti yang negatif kita kasih via online tapi yang positif kita datengin kita ambil kalau bisa diisolasi masuk di tahap satu, tahap dua ya rencana pemkot mengisolasi yang positif," kata Rahmat. Setelah ini selesai, kata Rahmat, akan dilakukan pemeriksaan cepat tahap kedua. Kriteria lain yang dapat ini ialah pejabat Pemkot Bekasi, anggota Polres, TNI, media dan warga yang memiliki gejala.

Ia memastikan pemeriksaan cepat ini tidak akan terjadi kerumuman, dirinya juga meminta warga tetap di rumah selama proses pemeriksaan cepat ini. Rahmat menegaska pemeriksaan cepat ini sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Hasil pemeriksaan cepat sangat penting guna mengetahui peta penyebaran virus Corona.

"Ini bisa memetakkan dari penyebaran yang ada, di Kota Bekasi seluruh kecamatan ada ODP dan PDP, diantaranya 8 kecamatan ada pasien positifnya," beber dia. Maka ia berharap agar kasus Covid 19 di Kota Bekasi tidak terus mengalami peningkatan. Maka dari itu diminta warga mematuhi kebijakan pemerintah agar tetap di rumah dan menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Kami terus berupaya melawan Corona, tolong bantu kami untuk tetap di rumah," papar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *