SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Rekam jejak SeorangPelajarSMA(Sekolah Menengah Atas) di Dharmasraya, Sumatera Barat, MMZ (16) saat mengedarkanNarkobajenisSabumemang terbilang canggih bahkan sempat menggunakanDrone. Sebagai seorang pemakaiNarkobakelas berat, MMZ membiaya dirinya sendiri untuk memenuhi selera kecanduan akutnya memakai satu dengan cara menjadi pengedar. MMZ memang Meski tidak bergerak sendiri, namun carasiswa SMA ini mengedarkan sabu terbilang canggih dan keren, sebab menggunakanDronehingga menggunakan beberapa trik yang membuatnya selalu lolos dari kejaran pihak berwajib.

Namun, sepandai pandainya tupai melompak akan jatuh juga, begitu MMZ, sangPelajarSMApengedarSabuini. MMZ akhirnya tersangkap setelah aparat polisi melakukan penyelidikan mendalam terkait aktivitasnya sebagai pengedarNarkoba. Satuan ReserseNarkobaPolres Dharmasraya yang menyamar menjadi pembeliSabupada Sabtu (15/2/2020) menangkapnya.

MMZ tak dapat mengelak, modus pengirimanSabudan trik canggihnya terbongkar. SangPelajarSMAini terpaksa mengaku dan meringkuk diPenjara. Dari sinilah trik dan modus penyeludupanSabubahkan hingga kepada narapidana di Penajara pun lolos.

"MMZ kita tangkap di Jorong Kubang Panjang, Nagari Empat Koto, Pulau Punjung," kata Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya, Iptu Rajulan Harahap kepada Kompas.com, Minggu,(16/2/2020). MMZ tak berkutik saat diciduk polisi. Polisi juga menyita satu paket kecil sabu dan telepon genggam miliknya. Berdasarkan pengakuannya, aksi itu telah berulang kali dilakukan MMZ.

"Dia cukup rodesional karena bermacam teknik untuk pengiriman sabu ke pembeli dilakukannya, tapi kelasnya masih kecil, paket kecil," kata Rajulan. MMZ telah menjadi pengedar sabu sejak kelas 2 SMP. Hasil keuntungan dari berjualan barang haram itu digunakan membeli sabu untuk dikonsumsi. "Jadi dia ini pemakai sekaligus pengedar. Dia sudah sejak kelas 2 SMP melakukan hal itu sehingga meresahkan masyarakat," jelas Rajulan.

Setelah mengamankan MMZ, polisi kemudian mengembangkan kasus dan menangkap LPW (23) yang merupakan pemasok barang haram itu. "LPW kita amankan di Jorong Labu Luruih Nagari Sungai Kambut, Pulau Punjung dan barang bukti dua paket narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening yang terdapat dalam tas merek proshop, dan 1 unit telepon genggam android merek Oppo," jelas Rajulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *