SUTON-RADIO

Inspirasi Teknologi Terbaru

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Karen Pooroemengungkapkan rasa sedihnya ketika dapat menemui sang anak namun sudah dalam keadaan tak bernyawa. Dalam videoyang diunggah di kanal YouTube Hotman Paris Show, Rabu (12/2/2020), Karen mengaku selama enam bulan tidak bertemu dengan putrinya, ZefaniaCarina Claproth. Selama tiga bulan, Karen tidak diperkenankan oleh Arya Satria Claproth untuk menghubungi anaknya.

Akhirnya, Karen dapat bertemu dengan anaknya yang masih berusia 6,5 tahun itu. Namun Karen bertemuZefania yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Diketahui putri Karen meninggal dunia, Jumat (7/2/2020).

Karen menuturkan terus memeluk anaknya yang akhirnya ditemui seusai tiga bulan tidak berkomunikasi. Ketika itu, Karen bertemu dan memeluk Zefania saat berada di kamar jenazah. Hingga kini Karen masih terus bertanya mengenai apa yang terjadi pada anaknya itu.

"Setelah enam bulan anak saya dirampas dari saya, tiga bulan tidak boleh bertemu dan tidak boleh menelepon, tidak punya akses sama anak saya," jelas Karen. "Akhirnya mereka mengembalikan anak saya kepada saya dalam kondisi tidak bernyawa." "Saya peluk anak saya dalam kondisi tidak bernyawa setelah tiga bulan saya tidak bertemu, saya harus memeluk anak saya di kamar jenazah, ini ada apa kok bisa gitu," tambahnya.

Dalam acara itu,Karen juga menuturkanmerasa tak yakin dengan penyebab kematian putrinya. Karen menuturkan hingga saat ini belum mengetahuisecara pasti kronologi putrinya meninggal. Namun Karen merasa ragu apabila anaknya meninggal dunia karena terjatuh dari lantai enam apartemen yang ditinggali oleh Arya.

"Sebetulnya sampai hari ini saya belum tau jelas, apa yang betul betul terjadi," ungkap Karen. "Tapi kalau dibilang jatuh dari lantai enam apartemen itu, saya yakin itu tidak betul, sangat tidak benar," tuturnya. Kemudian Karen membuat perumpamaan untuk menggambarkan situasi apabila putrinya benar terjatuh dari lantai enam.

Karen menjelaskan, orang dewasa yang terjatuh dari lantai enam, pasti akan mengalami luka yang berat. Namun diungkap, putri Karen tidak mengalami patah tulang serta lebam serius. Karen menuturkan hanya menemukan terdapat benjolan di kening sang anak.

Tak sampai di situ, kondisi Zefania juga dijelaskan Karen tidak mengalami pendarahan. Tengkorak kepala putri Karen juga nampak utuh, seperti tidak terjatuh dari lantai enam. "Sekarang begini, secara orang awam lantai enam kira kira kalau satu lantai tiga meter berarti 18 meter," jelas Karen.

"Kita orang dewasa jatuh pecah berkeping keping, anak saya tidak patah, tidak ada luka lebam." "Cuma ada benjol sedikit di kening dan itupun tidak kelihatan," ucap dia. "Tidak ada pendarahan, tulang tengkoraknya semua utuh," tambahnya.

Sebelumnya, ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Karen menceritakan kronologi ketika mengetahui kabar putrinya telah tiada. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Beepdo, Minggu (9/2/2020),Karen menjelaskan, saat itu anaknya berada di sebuah balkon apartemen yang menjadi tempat tinggal bersama dengan sang ayah. Memang diketahui, Karen telah terpisah dengan anaknya yang dibawa oleh Arya.

Kala itu pukul 21.00 WIB dan dalam kondisi sedang hujan. Karen mengatakan Arya ketika kejadian tersebut sedang tidak bersama dengan anaknya. "Saya mendengar kronologi yang belum terlalu jelas, karena memang sampai sekarang belum bisa bertemu dengan bapaknya," terang Karen.

"Kalau tidak salah masih ditahan, karena apa yang terjadi sama anakku itu kelalaiannya." "Anak bisa di balkon, jam 21.00 WIB hujan hujan, ke mana bapaknya," imbuhnya. Meski demikian, Karen mengaku baru mendengar berita tersebut pukul 11.00 WIB keesokan harinya.

Karen menuturkan mendapatkan telepon dari pihak kepolisian. Pihak kepolisian mengabarkan mengenai putri Karen yang telah tiada di RS Fatmawati. "Anak ini anak yang masih kecil, saya denger berita ini jam 11.00 WIB dan yang menelepon bukan pihak dari keluarga ayahnya, yang menelepon adalah polisi," jelas Karen.

Karen yang tak percaya, kemudian melakukan konfirmasi ke Polres Jakarta Selatan. Perasaannya sudah tak enak ketika mendapatkan kembali telepon dari polisi dan membenarkan kejadian tersebut. "Saya pikir ini bukan nyata, akhirnya saya mencoba konfirmasi ke Polres Jakarta Selatan lalu ketika itu tiba tiba di telepon balik hati saya sudah nggak enak."

"Mbak Karen betul kejadian, anak Mbak Karen jatuh dari lantai enam sekitar mungkin jam 21.00 WIB lebih karena dibawa ke Mayapada dulu." Karen menjelaskan, anaknya jatuh dari lantai enam apartemen yang ditinggali Arya. Setelah ditemukan terjatuh, putri Karen langsung dibawa ke Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan.

Namun rumah sakit tersebut tidak memiliki fasilitas forensik serta kebutuhan lain yang mendukung akhirnya putri Karen dibawa ke RS Fatmawati. "Karena mereka tidak punya fasilitas untuk forensik dan lain lain akhirnya dibawa Rumah Sakit Fatmawati'," tambahnya. Karen kemudian melanjutkan, dirinya sendiri yang meminta pihak rumah sakit untuk tidak melakukan autopsi.

Karen telah bertemu dan kembali dapat memeluk anaknya meski sudah dalam keadaan tak bernyawa. Dalam kesempatan itu, Karen memohon doa untuk putri tunggalnya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *